Detail Berita

Berita Detail
Berita Umum

Mahasiswa KKN UGM Paparkan Hasil Program Pemberdayaan dan Potensi Lokal di Bawean

Gresik – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) di wilayah Bawean resmi ditutup melalui kegiatan pemaparan hasil dan pengembalian mahasiswa KKN yang dilaksanakan pada Kamis (6/8/2026) di Ruang Rapat Pangripta. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyampaikan capaian program sekaligus mengevaluasi kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal di Kabupaten Gresik.

Kegiatan KKN yang dilaksanakan di Desa Daun dan Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, mengusung tema “Optimalisasi Potensi Lokal dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Guna Mewujudkan Ekonomi Berkelanjutan di Desa Sidogedungbatu dan Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.” Selama pelaksanaan, mahasiswa menerapkan pendekatan berbasis kebutuhan dan potensi lokal dengan mempertimbangkan kondisi sosial, lingkungan, serta karakteristik masyarakat setempat.

Dalam pemaparannya, mahasiswa menyampaikan bahwa seluruh program yang telah direncanakan berhasil dilaksanakan. KKN di Desa Daun mencatat 75 dari 75 program terlaksana, sedangkan di Desa Sidogedungbatu 78 dari 78 program terlaksana. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama 50 hari, dengan waktu pengabdian lebih dari 288 jam per mahasiswa.

Program yang dilaksanakan mencakup berbagai bidang strategis, antara lain ekonomi dan UMKM, kesehatan, lingkungan, pariwisata, pendidikan, serta pertanian. Di bidang ekonomi, mahasiswa mendorong penguatan UMKM melalui diversifikasi produk aren dan olahan ikan, pendaftaran NIB, penerapan QRIS, literasi digital, hingga peningkatan pemasaran melalui Google Maps dan Google Business. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat kapasitas pelaku usaha.

Pada sektor pariwisata, mahasiswa turut mendukung pengembangan potensi wisata Bawean melalui penyusunan e-guidebook Desa Daun, perancangan sistem e-ticketing Gili Noko, penyusunan paket wisata berbasis walking tour, penguatan branding digital, serta edukasi pelestarian ekosistem mangrove dan terumbu karang. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan destinasi wisata yang lebih informatif, digital, dan berkelanjutan.

Sementara itu, di bidang lingkungan dan mitigasi bencana, sejumlah kegiatan dilakukan melalui pemetaan daerah rawan longsor, pengadaan rambu jalur evakuasi dan titik kumpul, pengelolaan sampah melalui ecobrick, pengadaan tempat sampah terpilah, penerapan biopori, serta pengembangan sistem GREENRING untuk pengolahan sampah organik menjadi kompos. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Di bidang kesehatan dan pendidikan, mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan edukatif, seperti pencegahan stunting, pencegahan DBD, skrining penyakit tidak menular, edukasi anemia, keamanan pangan, pertolongan pertama, serta gerakan hidup bersih dan sehat. Pada sektor pendidikan, program yang dilaksanakan meliputi Rumah Belajar Bawean, tes minat dan arah karier, edukasi kebencanaan dan P3K, pengenalan alat ukur, edukasi pencegahan kekerasan seksual, hingga kegiatan yang mendorong siswa untuk memiliki cita-cita dan mengenali potensi diri.
Selain itu, sektor pertanian juga menjadi salah satu fokus pemberdayaan melalui penerapan akuaponik, pemanfaatan hijauan pakan berkualitas, gerakan sayur pekarangan, teknologi silase, alat pemupuk sederhana, penyuluhan rantai dingin bagi pedagang ikan dan nelayan, serta pengolahan limbah ternak menjadi kompos. Berbagai program tersebut memanfaatkan sumber daya lokal sebagai bagian dari upaya mendorong pertanian dan ekonomi masyarakat yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Dari pelaksanaan program tersebut, sejumlah perubahan positif berhasil diidentifikasi. Pada sektor ekonomi dan UMKM, pelaku usaha mulai memiliki NIB, Google Maps, QRIS, serta produk dengan nilai tambah. Di bidang pariwisata telah tersedia sistem e-ticketing Gili Noko dan e-guidebook wisata. Sementara pada bidang lingkungan telah tersedia peta kerawanan berbasis SIG, sistem komposter GREENRING, serta jalur evakuasi. Di bidang kesehatan, dilakukan skrining penyakit tidak menular dan penguatan edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sedangkan di bidang pendidikan siswa memperoleh akses Rumah Belajar, tes minat karier, dan edukasi sains terapan.

Pemaparan hasil KKN ini diharapkan tidak berhenti pada berakhirnya masa pengabdian mahasiswa. Berbagai program yang telah dibangun diharapkan dapat dilanjutkan oleh pemerintah desa, masyarakat, kelompok pengelola, serta pemangku kepentingan terkait sehingga manfaat yang telah dihasilkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak jangka panjang bagi Desa Daun, Desa Sidogedungbatu, dan masyarakat Bawean.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, pelaksanaan KKN diharapkan menjadi salah satu bentuk sinergi dalam mengoptimalkan potensi lokal, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mendukung terwujudnya pembangunan Bawean yang berkelanjutan


Komentar

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah - Kabupaten Gresik
Designed by © BAPPEDA Gresik