Detail Berita

Berita Detail
Berita Umum

Bawa semangat Co-Creation, Mahasiswa KKN BBK Ke-8 UNAIR Siap Mengabdi di Kabupaten Gresik

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyatakan kesiapannya untuk menerima dan memfasilitasi para mahasiswa peserta program Kuliah Kerja Nyata – Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) Ke-8 Universitas Airlangga (UNAIR) tahun 2026. Program strategis berbasis pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu menyinergikan inovasi akademik kampus dengan program percepatan pembangunan di tingkat perdesaan Kabupaten Gresik.

Berdasarkan pembukaan dari Ketua Badan Penjaminan Mutu UNAIR, Prof. Nurul Barizah, S.H., LL.M., Ph.D., rangkaian pelaksanaan KKN-BBK Ke-8 ini diawali dengan tahap survei atau observasi wilayah pada tanggal 4 hingga 29 Mei 2026. Rangkaian tersebut kemudian akan dilanjutkan secara intensif melalui tahap penerjunan langsung para mahasiswa di lokasi sasaran mulai tanggal 13 Juli sampai dengan 8 Agustus 2026.
Membawa tema utama "Pemberdayaan Masyarakat", pelaksanaan KKN-BBK UNAIR tahun 2026 ini secara khusus menitikberatkan fokus kegiatannya pada 6 goals Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Keenam fokus tersebut meliputi penanggulangan kemiskinan (No Poverty), peningkatan kesehatan masyarakat (Good Health and Well-Being), mutu pendidikan (Quality Education), pertumbuhan ekonomi lokal (Decent Work and Economic Growth), serta penguatan kemitraan (Partnerships for the Goals).

Nantinya, rancangan program kerja di lapangan akan disusun melalui metode co-creation (gagasan bersama) yang mengintegrasikan hasil observasi mahasiswa, bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), kebutuhan riil masyarakat, serta prioritas program dari pemerintah daerah setempat. Bidang garapannya akan mencakup empat pilar penting, yakni bidang Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat (Pendidikan), Pemberdayaan Ekonomi, dan Lingkungan.

Melalui skema kolaborasi kelembagaan ini, Pemkab Gresik berharap kehadiran para mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu di UNAIR dapat berfungsi optimal sebagai fasilitator dan motivator. Pemikiran interdisipliner dari lingkungan akademik diharapkan mampu membantu memecahkan berbagai tantangan pembangunan di lapangan secara pragmatis sekaligus mengoptimalkan segenap potensi sumber daya manusia maupun alam di desa-desa binaan secara berkelanju


Komentar

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah - Kabupaten Gresik
Designed by © BAPPEDA Gresik