Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik menerima audiensi sekaligus menghadiri kegiatan Pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Rabu (1/7/2026) di Ruang Rapat Graita Eka Praja, Kantor Bupati Kabupaten Gresik. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam meningkatkan budaya literasi sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang mendukung pembangunan daerah.
Audiensi dihadiri oleh jajaran Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS yang menyampaikan rencana pelaksanaan KKN Tematik Literasi selama 1–31 Juli 2026. Program ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui penguatan ekosistem literasi di tingkat desa.
Melalui program tersebut, mahasiswa ITS akan melaksanakan pendampingan di sejumlah perpustakaan desa dan taman bacaan masyarakat yang tersebar di Kabupaten Gresik. Kegiatan yang dilakukan meliputi penguatan tata kelola perpustakaan, peningkatan minat baca, pengembangan literasi digital, serta berbagai aktivitas edukatif yang diharapkan mampu menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar dan pemberdayaan masyarakat.
Sebanyak sembilan lokasi menjadi sasaran pelaksanaan KKN Tematik Literasi, yaitu Perpustakaan Desa Bunda (Menganti), Perpustakaan Desa Taman (Menganti), Perpustakaan Desa Mozaik Ilmu (Wringinanom), Perpustakaan Desa Kreasi Edukasi dan Perpustakaan Desa Cendekia (Driyorejo), Perpustakaan Desa Tanjung (Kedamean), Perpustakaan Desa Lentera (Driyorejo), Perpustakaan Desa Lafadz Ilmu (Wringinanom), serta Taman Bacaan Masyarakat di Kecamatan Kebomas. Pemilihan lokasi tersebut diharapkan mampu memperluas dampak program literasi hingga menjangkau berbagai lapisan masyarakat di Kabupaten Gresik.
Dalam kesempatan yang sama, ITS juga memaparkan program Uni+City 2026, sebuah inisiatif strategis yang menjadikan kawasan perkotaan sebagai living laboratory untuk menghubungkan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Kabupaten Gresik dipilih sebagai salah satu wilayah implementasi dengan mengusung konsep Kota Warisan (Heritage City) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
Program Uni+City di Kabupaten Gresik difokuskan pada tiga bidang utama, yaitu penguatan ekonomi kreatif melalui pengembangan Batik Giri sebagai identitas budaya daerah, peningkatan ketahanan lingkungan melalui penanganan banjir berbasis kajian ilmiah, serta pengembangan konektivitas kawasan wisata sejarah dan religi melalui konsep shuttle planning. Ketiga program tersebut dirancang secara bertahap agar mampu memberikan manfaat nyata sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Gresik menyambut baik pelaksanaan KKN Tematik Literasi maupun pengembangan program Uni+City ITS. Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dinilai menjadi langkah strategis dalam menghadirkan inovasi berbasis riset yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Melalui kolaborasi ini diharapkan lahir berbagai program yang tidak hanya memperkuat budaya literasi masyarakat, tetapi juga mendorong pengembangan potensi lokal, peningkatan kualitas layanan perpustakaan desa, serta penguatan inovasi daerah. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian kepada masyarakat, KKN Tematik Literasi ITS menjadi salah satu wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Gresik yang semakin maju, inovatif, dan berdaya saing.
Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah -
Kabupaten Gresik
Designed by ©
BAPPEDA
Gresik